Gambaran Tingkat Pengetahuan Gigi dan Mulut terhadap Nilai Dmf-T pada Pasien Prajurit Militer di Klinik Dokgimil RSGM Ladokgi R.E. Martadinata Jakarta
Keywords:
anggota militer, DMF-T, Kesehatan gigi dan mulut, PengetahuanAbstract
Latar belakang: Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan. Pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dapat memengaruhi perilaku menjaga kebersihan & akhirnya berdampak pada status kesehatan gigi dan mulut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut terhadap skor DMF-T (Decayed, Missing, Filled Teeth) pada pasien anggota militer di Klinik Dokgimil, RSGM Ladokgi R.E. Martadinata Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian adalah pasien yang berkunjung ke Klinik Dokgimil RSGM Ladokgi R.E. Martadinata Jakarta. Sampel penelitian berjumlah 36 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu anggota militer yang bersedia mengisi kuesioner dan menjalani pemeriksaan gigi. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut serta pemeriksaan klinis untuk menentukan skor DMF-T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut yang baik. Sebagian besar responden juga memiliki skor DMF-T dalam kategori sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tingkat pengetahuan responden tergolong baik, kondisi kesehatan gigi dan mulut mereka masih kurang baik. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut yang baik tidak selalu menjamin kondisi kesehatan gigi dan mulut yang baik pada pasien anggota militer di Klinik Dokgimil RSGM Ladokgi R.E. Martadinata Jakarta. Diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kesadaran dan motivasi pasien dalam menerapkan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi & mulut secara berkelanjutan.
References
1. Fiani F, Mudzakkir M, Mukhalid M, Ramadhani NE, Setiawan IE, Nandasari US. Pendidikan Kesehatan Tentang Oral Hygiene Pada Anak Usia Sekolah Di Desa Mlancu. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan, Sains dan Pembelajaran. 2024;4(1):1228–34. DOI: 10.29407/QKZZYJ14
2. Mardiah A, Aja Nuraskin C, Salfiyadi T, Kesehatan Gigi J, Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh P, Besar A, et al. Edukasi kesehatan gigi dan mulut untuk peningkatan kesehatan gigi anak sekolah dasar di Kayee Lhee Aceh Besar. Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi. Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh; 2025;7(2):104–9. DOI: 10.30867/PADE.V7I2.2728
3. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN KARIES PADA PASIEN POLI GIGI UPTD PUSKESMAS PATTOPAKANG KABUPATEN TAKALAR Febi Magfirah AK, Suid N. Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Pencegahan Karies Pada Pasien Poli Gigi UPTD Puskesmas Pattopakang Kabupaten Takalar. Window of Public Health Journal. 2026;7(3):618–26. DOI: 10.33096/Y5XF7G59
4. Kurniawan H, Fitriani Y, Sari RP, Handayani B, Rahmitasari F, Prabowo PB, et al. INDEKS DMF-T dan def-t MURID USIA 7-10 TAHUN MI TARBIYATUT THOLABAH LAMONGAN. MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment. Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute; 2025;2(1):1–8. DOI: 10.62335/FWWCFG92
5. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN KARIES PADA PASIEN POLI GIGI UPTD PUSKESMAS PATTOPAKANG KABUPATEN TAKALAR Febi Magfirah AK, Suid N. Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Pencegahan Karies Pada Pasien Poli Gigi UPTD Puskesmas Pattopakang Kabupaten Takalar. Window of Public Health Journal. 2026;7(3):618–26. DOI: 10.33096/Y5XF7G59
6. Putri Awwalia Abdul Latif, Djasri H. HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DAN DISPARITAS KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS KABUPATEN PEMALANG. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan (The Indonesian Journal of Health Service Management). Universitas Gadjah Mada; 2023;26(2). DOI: 10.22146/JMPK.V26I2.8718
7. Hasan F, Yuliana LT, Budi HS, Ramasamy R, Ambiya ZI, Ghaisani AM. Prevalence of dental caries among children in Indonesia: A systematic review and meta-analysis of observational studies. Heliyon. Elsevier Ltd; 2024;10(11):e32102. DOI: 10.1016/J.HELIYON.2024.E32102
8. Gestina Y, Meilita Z. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ANAK TENTANG KESEHATAN GIGI DENGAN PERILAKU PERAWATAN GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH 10-12 TAHUN DI KELURAHAN JATIASIH KOTA BEKASI. Kesehatan dan Anak |. 2021;6(1).
9. ALWI I (IDRUS). Kriteria Empirik dalam Menentukan Ukuran Sampel pada Pengujian Hipotesis Statistika dan Analisis Butir. Formatif. Indraprasta PGRI University; 2012;2(2):234836. DOI: 10.30998/FORMATIF.V2I2.95
10. And AF. Metodologi Penelitian,Suparyanto Dan Rosad (2015,2020). Metodologi Penelitian Kesehatan. 2023;73–85.
11. Rizky Amalia D, Rahutami S, Sari Murni N, Studi Magister Kesehatan Masyarakat STIK Bina Husada P, Studi Kesehatan Masyarakat STIK Bina Husada P. ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI (INDEKS DMF-T). Jurnal Kesehatan Tambusai. 2024;5(2):3357–68. DOI: 10.31004/JKT.V5I2.28266
12. He Z, Cheng Z, Shao T, Liu C, Shao P, Bishwajit G, et al. Factors Influencing Health Knowledge and Behaviors among the Elderly in Rural China. Int J Environ Res Public Health. MDPI; 2016;13(10):975. DOI: 10.3390/IJERPH13100975
13. Kristiani A (Anie), Rusmiati R (Rusmiati), Febrianti S (Sri), Karamoy Y (Youla), Fione VR (Vega), Astuti K (Kusuma), et al. PENYAKIT GIGI DAN MULUT. Media Pustaka Indo; 2025 [cited 2026 Aug 3]; Available from: https://www.neliti.com/publications/618088/
