Profil Kadar Hemoglobin dan Glukosa Darah Sewaktu pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Babelan 1

Hemoglobin and Random Blood Glucose Profiles among Pregnant Women in the Working Area of Babelan 1 Primary Health Center

Authors

Keywords:

anemia, glukosa_darah_sewaktu, hemoglobin, ibu_hamil; , POCT

Abstract

Latar belakang: Anemia dan gangguan regulasi glukosa selama kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi maternal maupun perinatal. Pemeriksaan hemoglobin (Hb) dan glukosa darah sewaktu (GDS) berbasis point-of-care testing (POCT) dapat digunakan untuk memperoleh gambaran awal kondisi ibu hamil pada layanan primer. Tujuan: Mendeskripsikan kadar Hb dan GDS serta distribusinya menurut usia ibu, usia kehamilan, dan paritas di wilayah kerja Puskesmas Babelan 1. Metode: Penelitian deskriptif dengan pengukuran satu kali dilakukan pada Juli 2025 terhadap 30 ibu hamil. Data karakteristik diperoleh melalui wawancara terstruktur, sedangkan Hb dan GDS diukur pada darah kapiler menggunakan Hb meter digital dan glukometer POCT. Anemia didefinisikan sebagai Hb <11 g/dL. Nilai GDS dikelompokkan secara operasional menjadi <140 mg/dL dan ≥140 mg/dL; kategori tersebut diperlakukan sebagai temuan skrining, bukan diagnosis diabetes gestasional. Analisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil: Rerata usia responden adalah 30,13±6,45 tahun dan rerata usia kehamilan 24,67±10,82 minggu. Rerata Hb sebesar 12,32±1,77 g/dL (rentang 8,6–15,5); sebanyak 5 responden (16,7%) mengalami anemia. Rerata GDS sebesar 108,67±17,53 mg/dL (rentang 82–151); 2 responden (6,7%) memiliki GDS ≥140 mg/dL. Anemia paling banyak ditemukan secara absolut pada trimester III dan kelompok multipara. Kedua nilai GDS ≥140 mg/dL ditemukan pada kelompok usia kehamilan berisiko dan multipara. Kesimpulan: Sebagian besar ibu hamil memiliki Hb ≥11 g/dL dan GDS <140 mg/dL, tetapi masih ditemukan anemia dan peningkatan GDS yang memerlukan evaluasi lanjutan. Pemeriksaan POCT dapat mendukung deteksi awal, namun temuan GDS abnormal harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan diagnostik sesuai pedoman kehamilan.

Author Biographies

  • Hafifah Ma’arif, Universitas Mohammad Husni Thamrin

    Student Prodi D-III Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Kesehatan, Universitas Mohammad Husni Thamrin

  • Sumiati Bedah, Universitas Mohammad Husni Thamrin

    Prodi D-III Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Kesehatan, Universitas Mohammad Husni Thamrin

  • Yeshi Mayasari, Universitas Mohammad Husni Thamrin

    Prodi D-III Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Kesehatan, Universitas Mohammad Husni Thamrin

References

1. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. SKI 2023 dalam angka. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2024.

2. World Health Organization. Guideline on haemoglobin cutoffs to define anaemia in individuals and populations. Geneva: World Health Organization; 2024.

3. World Health Organization. Anaemia [Internet]. Geneva: World Health Organization; 2025 [diakses 27 Juli 2026].

4. Pavord S, Daru J, Prasannan N, Robinson S, Stanworth S, Girling J; BSH Committee. UK guidelines on the management of iron deficiency in pregnancy. Br J Haematol. 2020;188(6):819–830. doi:10.1111/bjh.16221.

5. American College of Obstetricians and Gynecologists. Anemia in pregnancy: ACOG Practice Bulletin No. 233. Obstet Gynecol. 2021;138(2):e55–e64.

6. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, Dashe JS, Hoffman BL, Casey BM, Spong CY. Williams obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.

7. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. Pedoman diagnosis dan penatalaksanaan hiperglikemia dalam kehamilan. Jakarta: PB PERKENI; 2021.

8. World Health Organization. Diagnostic criteria and classification of hyperglycaemia first detected in pregnancy. Geneva: World Health Organization; 2013. WHO/NMH/MND/13.2.

9. American Diabetes Association Professional Practice Committee. 2. Diagnosis and classification of diabetes: Standards of Care in Diabetes—2025. Diabetes Care. 2025;48(Suppl 1):S27–S49. doi:10.2337/dc25-S002.

10. American Diabetes Association Professional Practice Committee. 15. Management of diabetes in pregnancy: Standards of Care in Diabetes—2025. Diabetes Care. 2025;48(Suppl 1):S306–S320. doi:10.2337/dc25-S015.

11. Plows JF, Stanley JL, Baker PN, Reynolds CM, Vickers MH. The pathophysiology of gestational diabetes mellitus. Int J Mol Sci. 2018;19(11):3342. doi:10.3390/ijms19113342.

12. Putri MAP, Habibah N, Swastini IGAAP. The description of hemoglobin levels in pregnant women in the work area of Puskesmas Tampaksiring I. Meditory. 2022;10(2). doi:10.33992/meditory.v10i2.2191.

13. Dewi ASM, Tiho M, Kaligis SH. Gambaran kadar glukosa darah sewaktu pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi Manado. Jurnal Medik dan Rehabilitasi. 2018;1(2).

14. Windarwati W, Siswishanto R, Hurimah W, Sulistiowati P, Ariesta DR, Enggal VW, et al. Prevalence of gestational diabetes mellitus in the Special Region of Yogyakarta. Medikora. 2023;22(2):1–9. doi:10.21831/medikora.v22i2.64266.

15. Nguyen CL, Pham NM, Binns CW, Duong DV, Lee AH. Prevalence of gestational diabetes mellitus in Eastern and Southeastern Asia: a systematic review and meta-analysis. J Diabetes Res. 2018;2018:6536974. doi:10.1155/2018/6536974.

Downloads

Published

2026-08-03

How to Cite

Profil Kadar Hemoglobin dan Glukosa Darah Sewaktu pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Babelan 1: Hemoglobin and Random Blood Glucose Profiles among Pregnant Women in the Working Area of Babelan 1 Primary Health Center. (2026). HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL, 2(1), 30-36. https://linespublishing.com/index.php/hsbj/article/view/27