Gambaran Daya Hambat Ekstrak Daun Katuk dan Daun Sirih Hijau  terhadap Bakteri Staphylococcus aureus

Authors

  • Ing Mayfa Situmorang STIKes Medistra Indonesia Author
  • Shella Puspa STIKes Prima Indonesia Author
  • Indri Arum STIKes Prima Indonesia Author

Abstract

Latar belakang: Peningkatan jumlah resistensi antibiotik menimbulkan permasalahan serius dalam pelayanan Kesehatan termasukpada bakteri Staphylococcus aureus (S. aureus). Infeksi S. aureus ditandai dengan kerusakan jaringan yang disertai luka bernanah. Beberapa penyakit infeksi S. aureus termasuk bisul, jerawat, serta infeksi luka, infeksi tersebut dapat berkembang menjadi infeksi serius antara lain mastitis, phlebitis, osteomielitis dan endocarditis. Permasalahan ini salah satunya dengan memanfaatkan khasiat dari tanaman seperti daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) dan daun sirih hijau (Piper betle L.) sebagai kandidat antibakteri baru. Tujuan: penelitian ini adalah untuk menentukan daya hambat ekstrak daun katuk dan daun sirih hijau terhadap bakteri S. aureus. Matode: Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Ekstrak daun katuk dan daun sirih hijau diperoleh dengan metode ekstraksi maserasi, pengenceran seri konsentrasi 1%, 2%, 4%, 8%, dan 16% dilanjutkan dengan uji aktifitas antibakteri metode difusi cakram terhadap S. aureus, kontrol positif menggunakan antibiotik kloramfenikol dan kontrol negatif menggunakan aquades. Hasil:  Penelitian menunjukkan rata-rata zona hambat ekstrak daun katuk dengan konsentrasi 1% dan 16% masing-masing 0,06 mm dan 2,01 mm. Ekstrak daun sirih hijau menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 0,22 mm pada konsentrasi 1% dan 1,01 mm pada konsentrasi 16%. Kesimpulan: Ekstral daun katuk dan ekstral daun sirih hijau menunjukkan aktifitas antibakteri, zona hambat meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi. Namun demikian, konsentrasi rendah (<16%) menunjukkan aktifitas antibakteri yang lemah.

Author Biographies

  • Ing Mayfa Situmorang, STIKes Medistra Indonesia

    Program Studi Sarjana Farmasi, STIKes Medistra Indonesia, Bekasi 17113, Indonesia

  • Shella Puspa, STIKes Prima Indonesia

    Program Studi Diploma Tiga Teknologi Laboratorium Medis, STIKes Prima Indonesia, Bekasi - 17610, Indonesia

  • Indri Arum, STIKes Prima Indonesia

    Program Studi Diploma Tiga Teknologi Laboratorium Medis, STIKes Prima Indonesia, Bekasi - 17610, Indonesia

References

1. Adi G, Zuraidah D. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Sirih (Piper sp.) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans. 2015.

2. Popovich KJ, Green SJ, Okamoto K, et al. MRSA Transmission in Intensive Care Units: Genomic Analysis of Patients, Their Environments, and Healthcare Workers. Clinical Infectious Diseases 2021; 72: 1879–1887.

3. Du H, Chi H, Yao H, et al. The antibacterial activity of plantaricin GZ1–27 against MRSA and its bio-preservative effect on chilled pork in combination with chitosan. International Journal of …; 365, https://doi.org/10.1016/j.ijfoodmicro.2022.109539 (2022, accessed 31 October 2026).

4. Mlynarczyk-Bonikowska B, Rudnicka L. The Pathogenicity Mechanisms of Staphylococcus aureus. Int J Mol Sci; 26. Epub ahead of print 6 December 2025. DOI: 10.3390/ijms262411803.

5. Lakhundi S, Zhang K. Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus: Molecular Characterization, Evolution, and Epidemiology. Clin Microbiol Rev 2018; 31: 1–103.

6. Davidova S, Galabov AS, Satchanska G. Antibacterial, Antifungal, Antiviral Activity, and Mechanisms of Action of Plant Polyphenols. Microorganisms 2024, Vol 12, Page 2502 2024; 12: 2502.

7. Nur Laela Alydrus, Nurul Khofifahl. Efektifitas Antibakteri Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper Betle L) Terhadap Staphylococcus Aureus. INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL 2022; 1: 56–61.

8. Marfu’ah N, Luthfiana S, Ichwanuddin I. Uji Daya Hambat Ektrak Etanol Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus. Pharmasipha 2021; 5: 1–10.

9. Fatimah S, Prasetyaningsih Y, Munandar A, et al. Efektifitas Ekstrak Daun Katuk (Sauropus Androgynus L.) dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Secara In Vitro. PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL; 0, https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/psn12012010/article/view/1175 (2014, accessed 31 October 2026).

10. Balouiri M, Sadiki M, Ibnsouda SK. Methods for in vitro evaluating antimicrobial activity: A review. J Pharm Anal 2016; 6: 71–79.

11. Gonzalez-Pastor R, Carrera-Pacheco SE, Zúñiga-Miranda J, et al. Current Landscape of Methods to Evaluate Antimicrobial Activity of Natural Extracts. Molecules 2023, Vol 28, Page 1068 2023; 28: 1068.

12. Lestari NKD, Efendi IKEJ, Deswiniyanti NW, et al. Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Jinten (Coleus Amboinicus L.) terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Staphylococcus Epidermidis dan Propionibacterium acnes. Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA); 4. Epub ahead of print 15 February 2022. DOI: 10.36002/SNTS.V4I0.1689.

13. Yap PSX, Yusoff K, Lim SHE, et al. Membrane Disruption Properties of Essential Oils—A Double-Edged Sword? Processes 2021, Vol 9, Page 595 2021; 9: 595.

14. Bubonja-Šonje M, Knezević S, Abram M. Challenges to antimicrobial susceptibility testing of plant-derived polyphenolic compounds. Archives of Industrial Hygiene and Toxicology 2020; 71: 300–311.

15. Masota NE, Vogg G, Ohlsen K, et al. Reproducibility challenges in the search for antibacterial compounds from nature. PLoS One 2021; 16: e0255437.

16. Eloff JN. Avoiding pitfalls in determining antimicrobial activity of plant extracts and publishing the results. BMC Complementary and Alternative Medicine 2019 19:1 2019; 19: 106-.

17. Vaou N, Stavropoulou E, Voidarou C, et al. Towards Advances in Medicinal Plant Antimicrobial Activity: A Review Study on Challenges and Future Perspectives. Microorganisms 2021, Vol 9, Page 2041 2021; 9: 2041.

Downloads

Published

2026-10-31

How to Cite

Gambaran Daya Hambat Ekstrak Daun Katuk dan Daun Sirih Hijau  terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. (2026). HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL, 2(2), 73-78. https://linespublishing.com/index.php/hsbj/article/view/26