Hubungan Kadar Hemoglobin (Hb) Dan Zat Besi (Fe) Sebagai Determinan Derajat Keparahan Gagal Ginjal Kronik

Authors

  • Arlitha Deka Yana.,S.Si.,M.Kes Universitas Megarezky Author
  • Fatimah Megarezky University. Author
  • Amirah aznawie.,S.si.,M.Kes Megarezky University. Makassar, Indonesia Author
  • Ruly.,S.Si.,M.Kes Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Provinsi Sulawesi Selatan.Makassar. Indonesia Author
  • Kasmuddin.,S.si.,M.Kes Megarezky University. Makassar, Indonesia Author
  • Nurhilaliyah Megarezky University. Makassar, Indonesia Author

Keywords:

Anemia, Gagal ginjal kronik, Hemoglobin, Laju filtrasi glomerulus, Zat besi

Abstract

Latar Belakang: Gagal ginjal kronik merupakan penyakit progresif yang ditandai dengan penurunan laju filtrasi glomerulus selama ≥3 bulan dan berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas dan mortalitas global. Disfungsi ginjal menyebabkan penurunan produksi eritropoietin serta disregulasi metabolisme zat besi akibat peningkatan hepsidin, yang berujung pada anemia. Gangguan hematologis ini diduga berperan dalam progresivitas dan peningkatan derajat keparahan penyakit.Tujuan: Untuk menganalisis hubungan kadar hemoglobin dan zat besi sebagai determinan derajat keparahan gagal ginjal kronik pada pasien rawat jalan.Metode:Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 40 pasien gagal ginjal kronik stadium G3b–G5 berdasarkan klasifikasi KDIGO di RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba periode Mei–Juni 2025. Pemeriksaan hemoglobin dilakukan menggunakan hematology analyzer Sysmex XN-350 dan kadar zat besi serum menggunakan autoanalyzer Pentra C400. Analisis data meliputi uji normalitas Kolmogorov–Smirnov, uji korelasi Pearson atau Spearman, serta uji komparatif Anova dan Kruskal–Wallis dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Rata-rata kadar hemoglobin adalah 8,88±2,28 g/dL dan kadar zat besi 62,95±35,99 µg/dL. Hemoglobin menunjukkan korelasi positif lemah dengan laju filtrasi glomerulus (r=0,281; p=0,079), sedangkan zat besi menunjukkan korelasi negatif lemah (r=-0,206; p=0,222). Perbedaan kadar hemoglobin antar stadium tidak signifikan (p=0,633). Sebaliknya, kadar zat besi menunjukkan perbedaan bermakna antar stadium (p=0,007). Kesimpulan: Zat besi merupakan parameter yang lebih sensitif dalam membedakan derajat keparahan gagal ginjal kronik dibandingkan hemoglobin. Pemantauan parameter hematologis secara rutin penting dalam evaluasi progresivitas penyakit.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Hubungan Kadar Hemoglobin (Hb) Dan Zat Besi (Fe) Sebagai Determinan Derajat Keparahan Gagal Ginjal Kronik. (2025). HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL, 1(3), 97–103 . https://linespublishing.com/index.php/hsbj/article/view/18